Cara Mendapatkan Dividen Saham

Bagaimana cara mendapatkan dividen saham? Lalu apa saja syarat mendapatkan dividen saham? Saya akan membahasnya secara sederhana di artikel ini.

Dividen Saham Adalah ?

Dividen Saham adalah sebagian laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki.

Pengumuman pembagian dividen biasanya diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pada RUPST juga diputuskan mengenai berapa jumlah laba bersih yang akan dibagikan sebagai dividen, dikenal dengan Dividend Payout Ratio.

Dividend Payout Ratio ini beragam, ada perusahaan yang konsisten membagikan 50% dari laba bersih. Ada juga yang membagikan 100% laba menjadi dividen. Ini berpengaruh terhadap besaran dividen per lembar yang akan diperoleh investor. Nanti saya jelaskan dibawah.

Perusahaan Tbk. di Indonesia umumnya membagikan dividen setiap satu tahun sekali setelah RUPST. Tapi ada juga yang membagikan dividen satu tahun dua kali bahkan salah satu saham saya membagikan dividen empat kali dalam setahun. 😀

Cara Mendapatkan Dividen Saham

Syarat mendapatkan dividen saham sebenarnya cukup sederhana, beli saja sahamnya saat Cum-Date dan simpan hingga penutupan bursa hari itu maka kamu sudah berhak mendapatkan dividen saham. Walaupun saya tidak menyarankan cara seperti ini.

Untuk mendapatkan dividen saham, ada tanggal-tanggal penting yang perlu kamu ketahui, sebagai berikut:

  • Cum-Date: Tanggal terakhir bagi Investor untuk mendapatkan dividen dari perusahaan. Kalau kamu ingin mendapatkan dividen saham, beli pada tanggal ini.
  • Ex-Date: Jika kamu beli sahamnya pada tanggal ini, kamu sudah tidak berhak lagi mendapatkan dividen saham.
  • Record-Date: Perusahaan akan mencatat nama investor yang berhak mendapatkan dividen sesuai data pada Cum-Date.
  • Payment-Date: Ini merupakan tanggal pembayaran dividen. Pada tanggal ini jumlah dividen yang kamu peroleh akan langsung masuk ke RDN.

Untuk melihat data mengenai tanggal-tanggal tersebut, kamu bisa gunakan aplikasi RTI Mobile atau Stockbit.

Jadi, syarat mendapatkan dividen saham adalah membeli saham sebelum tanggal Cum-Date atau pada saat tanggal Cum-Date. Serta tidak menjualnya hingga penutupan bursa pada tanggal tersebut. Mudah kan?

Menghitung Dividen Saham Per Lembar

Bagaimana cara menghitung dividen saham yang akan di peroleh oleh investor setelah kita mengetahui total laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham?

Dividen dibagikan berdasarkan lembar saham, bukan lot ya. Di Indonesia saat ini 1 lot itu 100 lembar saham. Jadi kalau punya 10 lot, artinya kamu punya 1000 lembar saham.

Sebagai contoh, ada sebuah perusahaan katakanlah mencetak laba sebesar Rp 1 milyar, lalu misalnya Rp 600 juta dibagikan kepada pemegang saham, maka Dividend Payout Ratio nya adalah 60%.

Rp 600 juta tadi, dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar. Kita asumsikan terdapat 1.000.000 lembar saham beredar, maka dividen per lembar saham nya adalah Rp600.

Jika kita mempunyai 10 lot / 1000 lembar saham. Maka dividen yang akan kita peroleh adalah Rp600 x 1000 lembar = Rp600.000.

Menghitung Dividend Yield

Dividend Yield adalah cara untuk mengukur seberapa besar imbal hasil yang akan diperoleh Investor dari perusahaan.

Cara menghitung Dividend Yield adalah sebagai berikut:

Dividend Yield = Dividen Per Lembar / Harga Saham

Mari kita gunakan contoh sebelumnya. Sebuah perusahaan membagikan dividen per lembar sebesar Rp600. Pada saat itu, harga sahamnya berada di Rp5500.

Maka Dividend Yield-nya adalah, 600/5500 = 10,9%.

Dividend Yield di angka tersebut sangatlah menarik dan menguntungkan bagi saya.

Silahkan baca tulisan saya mengenai saham dengan dividend yield tertinggi 2021.

Menghindari Dividend Trap

Banyak pertanyaan yang disampaikan kepada saya, kira-kira seperti ini:

Bagaimana jika hanya membeli saham pada saat Cum-Date Lalu menjual saham saat Ex-Date? Jadi tidak perlu menunggu selama setahun untuk mendapatkan dividen? Apakah tetap dapat dividen?

Ya, jual saham saat ex-date tetap mendapatkan dividen.

Hal tersebut memang bisa dilakukan, namun saya tidak sarankan. Apalagi pada saham yang membagikan dividen tinggi, dikhawatirkan akan terkena Dividend Trap, apa itu?

Menjelang Cum-Date harga saham umumnya akan naik, karena setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan dividen saham. Apalagi jika dividen yang dibagikan cukup besar dengan yield tinggi.

Namun biasanya pada saat Ex-Date, harga saham akan turun sebesar Dividend Yield yang di bagikan.

Dikhawatirkan, kalau beli saat Cum-Date, dan saat Ex-Date harganya turun sebesar dividen yang kita peroleh. Kemungkinan besar kamu akan nyangkut atau terpaksa cutloss. Nah ini yang dimaksud dengan dividend trap.

Cara menghindari dividend trap adalah dengan membeli saham 3-4 bulan sebelum membagikan dividen. Tapi menurut saya, membeli saat Ex-Date atau beberapa hari setelahnya itu lebih menarik dan aman.

Kesimpulan

Itu dia cara mendapatkan dividen saham. Setelah memahami apa itu dividen saham, ada tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan dividen saham.

Selain itu, kita bisa mengetahui imbal hasil yang diperoleh dengan menghitung dividend yield-nya. Sehingga bisa menjadi keputusan investasi pada sebuah emiten.

Juga, saya menyarankan untuk tidak membeli saham pada saat cum-date agar terhindar dari dividend trap.

Lebih baik sabar sedikit menunggu Ex-Date, atau melirik saham lain yang diproyeksikan akan membagikan dividen tinggi beberapa bulan kedepan.

Semoga setelah membaca tulisan ini, kamu bisa memperoleh manfaat ya. Happy investing!

By Abdullah Adnan

Seorang pemula di bursa saham. Blog ini adalah jurnal investasi, perjalanan penulis mencapai tujuan keuangan di masa depan.

%d bloggers like this: