Passive Income Dari Dividen Saham Tahun 2021


  • Share on Pinterest

Berapa Passive Income dari dividen saham yang saya peroleh selama tahun 2021?

Passive Income Dari Dividen Saham Selama Tahun 2021

Kali ini saya ingin membahas mengenai passive income dari dividen saham yang saya peroleh pada tahun pertama saya di bursa saham, yaitu tahun 2021. 

Sejak pertama kali masuk ke bursa saham pada agustus 2020, tujuan investasi saya adalah untuk mendapat penghasilan pasif dari dividen. Sehingga saya langsung menerapkan metode dividend investing

Mengenai apa itu dividend investing, silahkan baca artikel berikut: Passive Income Dari Saham Dengan Dividend Investing

Tulisan ini saya buat sebagai dokumentasi perjalanan investasi saya dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang ingin memulai atau sedang menerapkan dividend investing.

Passive Income Dari Dividen Saham Tahun 2021

1. SMSM – Rp15.000

Pertama itu ada Selamat Sempurna dengan kode saham SMSM, dari saham ini saya memperoleh dividen sebesar Rp15.000 aja, dengan dividend yield 5.1% pada harga rata-rata 1368.

Perusahaan ini bergerak di bidang produksi filter dan radiator kendaraan.

Menariknya SMSM ini membagikan dividen hingga empat kali dalam setahun. Biasanya dilakukan di akhir tahun.

2. SIDO – Rp46.530

Kedua ada Sidomuncul dengan kode saham SIDO, dari saham ini saya memperoleh dividen sebesar 46.530 dengan dividend yield 4.4% pada harga rata-rata 776.

Untuk saat ini, SIDO adalah satu-satunya saham consumer goods yang saya miliki. SIDO bergerak di bidang produksi jamu dan obat herbal modern. 

Salah satu produknya yang paling terkenal yaitu Tolak Angin.

3. BBRI – Rp49.452

Di urutan ketiga ada Bank Rakyat Indonesia dengan kode saham BBRI, dari saham ini saya memperoleh dividen sebesar Rp49.452 dengan dividend yield 2,3% pada harga rata-rata 4230.

4. POWR – Rp105.358

Di urutan keempat ada Cikarang Listrindo dengan kode saham POWR. Dividen yang saya peroleh dari saham ini sebesar Rp105.358 dengan yield 8,8% pada harga rata-rata 637.

Perusahaan ini bergerak di bidang pembangkit listrik swasta di kawasan industri Cikarang. 

POWR ini membagikan dividen dua kali dalam setahun ya, ini menarik menurut saya.

5. HEXA – Rp119.720

Di urutan yang kelima ada saham Hexindo Adiperkasa dengan kode saham HEXA. Dividen yang saya peroleh dari saham ini sebesar 119.720 dengan dividend yield 34% pada harga 3490.

Yup, saya tidak menyebut harga rata-rata karena saat itu saya cuma pegang 1 lot aja. Nyesel banget sih.

Perusahaan ini bergerak di bidang sewa dan jual beli alat berat dengan merk Hitachi.

6. BJBR – Rp124.462

Di urutan ke enam ada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten dengan kode saham BJBR. Dividen yang saya peroleh dari BJBR sebesar Rp124.462 dengan dividend yield 6.8% pada harga rata-rata 1513.

7. BMRI – Rp154.190

Di urutan ke tujuh ada Bank Mandiri dengan kode saham BMRI. Dividen yang saya peroleh dari BMRI sebesar Rp154.190 dengan dividend yield 3.4% pada harga rata-rata 6475.

8. PTBA – Rp672.249

Di urutan ke delapan ada Bukit Asam dengan kode saham PTBA. Dividen yang saya peroleh dari PTBA sebesar Rp672.249 dengan dividend yield 2.9% pada harga rata-rata 2497.

Jujur, saya menaruh harapan cukup besar pada dividen PTBA ini. Jika memang perusahaan perlu menurunkan dividen, saya kira dividend yieldnya akan berada di angka 6%. 

Namun ternyata, perusahaan menurunkan Dividend Payout Ratio nya menjadi 35%, sehingga dividen yang bagikan jauh dibawah perkiraan yang membuat dividend yield-nya berada di angka 3% saja.

Parahnya lagi, PTBA ini menempati posisi paling besar di portofolio saya, sebesar 65% saat itu. Sehingga ini sangat berpengaruh kepada perolehan dividen saya tahun ini, karena saya terlalu banyak menyimpan dana di PTBA.

Ini sebagai salah satu contoh nyata, risiko pada dividend investing yang pernah saya bahas di video sebelumnya. 

Bahwa perusahaan bisa saja menurunkan atau tidak membagikan dividen sama sekali.

9. ADMF – Rp718.200

Di urutan terakhir ada Adira Dinamika Multi Finance dengan kode saham ADMF. Dividen yang saya peroleh dari ADMF sebesar Rp718.200 dengan dividend yield 6% pada harga rata-rata 8442.

Perusahaan ini bergerak di bidang pembiayaan, selama manusia selalu ingin tampil lebih dari manusia lainnya, saya kira bisnis pembiayaan ini akan bertahan dan bertumbuh.

Dividend payout ratio ADMF ini konsisten di angka 50%, ini menarik menurut saya. Sehingga kita lebih mudah memprediksi dividen yang akan dibagikan, ketika kita sudah tahu total EPS yang dihasilkan oleh perusahaan.

Total Passive Income Dari Dividen Saham Selama Tahun 2021

Jadi total dividen yang saya peroleh selama tahun 2021 adalah sebesar Rp2,005,161

Untuk mendapatkan dividen setiap bulan dari saham itu sebenarnya sangat memungkinkan.

Selama tahun 2021, hampir setiap bulan, saya memperoleh dividen, hanya saja dividen diperoleh saat ini nominalnya masih cukup kecil.

Selain itu jumlahnya juga belum stabil, ada yang besar sekali, ada yang kecil sekali.

Ini disebabkan oleh diversifikasi yang kurang baik antara saham yang satu dan yang lainnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini diversifikasi saya masih kurang baik, kalian bisa lihat pada gambar berikut ini. PTBA masih menempati sekitar 62% dari portofolio saya.

Kesimpulan dan Penutup

Hal yang perlu saya lakukan di tahun 2022 adalah terus memperbesar portofolio, caranya adalah dengan rajin menabung serta melakukan reinvestasi dari dividen yang diperoleh.

Saya juga perlu menerapkan diversifikasi yang baik. Selain untuk meminimalisir resiko, agar dividen yang diperoleh pada tahun 2022 diharapkan bisa stabil setiap bulannya. 

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kalian yang ingin atau sedang menerapkan dividend investing.