Perhatikan 5 Hal Ini Saat Evaluasi Keuangan Akhir Tahun


  • Share on Pinterest

Bagaimana cara melakukan evaluasi keuangan akhir tahun? Apa saja yang perlu di perhatikan saat melakukan evaluasi keuangan pribadi?

Evaluasi Keuangan Akhir Tahun

Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang evaluasi keuangan akhir tahun yang biasa saya lakukan. Topik ini juga cocok bagi kalian yang ingin mulai belajar cara melakukan evaluasi keuangan pribadi dengan mudah.

5 Poin Penting Saat Evaluasi Keuangan Akhir Tahun

1. Pertumbuhan Aset dan Liabilitas

Hal yang pertama, adalah melakukan evaluasi pada aset dan liabilitas selama satu tahun terakhir. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah aset kita selama satu tahun ini bertumbuh, atau kita justru lebih rajin menambah liabilitas?

Check up ini juga membantu kita untuk melihat pertumbuhan kekayaan bersih atau net worth selama satu tahun terakhir. Untuk melakukan check up ini, kita bisa mulai dengan membuat daftar aset dan liabilitas yang kita miliki. 

Misalnya untuk aset, biasanya yang saya catat adalah aset likuid seperti saham, reksadana, emas, dan sejenisnya. Intinya yang mudah di likuidasi dan memiliki apresiasi nilai yang baik.

Untuk liabilitas, kita bisa catat semua hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. 

Sebaiknya evaluasi aset dan liabilitas ini dilakukan setiap satu bulan sekali. Sehingga kita mempunyai rekam jejak data yang lengkap sejak awal tahun hingga akhir tahun serta mengetahui apakah kekayaan bersih kita bertumbuh atau tidak. 

2. Apa Saja Tujuan Keuangan Yang Berhasil Tercapai?

Kedua, adalah melakukan evaluasi tujuan keuangan yang sudah kita buat pada awal tahun sebelumnya. Saya membagi tujuan keuangan ini menjadi jangka pendek dan jangka panjang. 

Untuk jangka pendek, targetnya ya harus tercapai pada akhir tahun. Misalnya, saya ingin punya tabungan reksadana sebesar 20 juta. Maka kita harus nabung 1,6 juta setiap bulan agar tercapai pada akhir tahun.

Sedangkan untuk jangka panjang, biasanya nominalnya cukup besar, sehingga perlu beberapa tahun untuk mencapainya. Seperti mempersiapkan dana pensiun, misalnya.

Namun kita tetap perlu memecah target jangka panjang itu, menjadi target-target kecil yang perlu dicapai setiap tahun.

Untuk tujuan keuangan yang belum tercapai, bisa kita evaluasi, apakah kendalanya ada pada prioritas atau kondisi lain yang membuat kita terpaksa menggunakan budget yang telah disiapkan.

Tujuan keuangan jangka panjang yang masih progres atau belum tercapai, bisa kita lanjutkan di tahun berikutnya dengan target yang sama atau target yang lebih tinggi dari sebelumnya.

3. Cek Pengeluaran Selama Setahun

Ketiga, adalah melihat catatan pengeluaran selama satu tahun terakhir. Tujuannya adalah untuk melihat kemana uang kita pergi selama satu tahun ini.

Inilah kenapa kita perlu memiliki catatan pengeluaran setiap bulan bahkan setiap hari. Untuk mengetahui kebiasaan belanja dan menjadi bahan evaluasi secara berkala. 

Sehingga jika ada pengeluaran cukup besar pada hal-hal yang kurang penting, kita bisa evaluasi pada bulan atau tahun berikutnya. Hal ini dilakukan agar kita setidaknya bisa menyisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk menabung/berinvestasi. 

Saya pribadi menggunakan aplikasi Money Lover untuk mencatat setiap pengeluaran setiap hari, jadi saya bisa tahu secara detail kemana uang yang saya belanjakan. 

Selama satu tahun terakhir, 45% pengeluaran saya adalah untuk berinvestasi saham, lalu 23% nya untuk bisnis, sedangkan untuk hutang dan cicilan, hanya 14% saja.

Artinya saya hampir menyimpan setengah dari total penghasilan saya selama setahun, atau dengan kata lain Savings Rate saya ada di angka 45%.

4. Apakah Dana Dana Darurat Terpakai?

Keempat, yaitu melakukan evaluasi pada dana darurat. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2020 membuat saya berpikir bahwa memiliki dana darurat itu merupakan sebuah keharusan.

Idealnya, jumlah dana darurat itu minimal 3x pengeluaran bulanan. Bisa 6x bahkan 12x pengeluaran bulanan. Lebih besar tentu lebih baik, namun saran saya tetap sesuaikan dengan kondisi keuangan.

Nah coba kita cek lagi, apakah pada tahun sebelumnya ada kejadian yang membuat dana darurat terpakai atau tidak? Jika iya, maka prioritas utama adalah membangun terlebih dahulu dana darurat sebelum berinvestasi. 

Jika dana darurat tidak terpakai, kita juga bisa menambah jumlah dana darurat dari yang sebelumnya 3x kali pengeluaran bulanan menjadi 6x misalnya. Jika merasa sudah nyaman dengan jumlah dana darurat yang dimiliki, maka kita bisa lanjut untuk berinvestasi. 

5. Cicilan Kamu Sehat Gak?

Terakhir adalah melakukan evaluasi pada rasio hutang / cicilan. 

Menurut beberapa sumber, rasio cicilan yang disarankan maksimal 30% dari total penghasilan. Jika lebih dari ini, dikhawatirkan kita terpaksa menggunakan budget untuk pengeluaran lain, seperti kebutuhan primer atau dana tabungan.

Contohnya jika kita punya penghasilan 5.000.000 per bulan, maka maksimal cicilan yang disarankan ada di angka 1.5 juta aja.

Jika cicilan hutang lebih dari 30%, kita bisa lihat lagi mana aja hutang yang bisa kita lunasi lebih cepat, sehingga cicilan bulanan bisa berkurang. Solusi lainnya adalah dengan mencari penghasilan tambahan.

Dengan menjaga rasio hutang di angka maksimal 30%, kita masih punya ruang untuk menabung dan berinvestasi. Juga tidak mengganggu pengeluaran bulanan lainnya. 

Segera Lakukan Evaluasi Keuangan Pribadi Kamu

Nah jadi itu dia evaluasi keuangan akhir tahun yang biasa saya lakukan. Jika kamu belum melakukan evaluasi keuangan pribadi, saran saya segera lakukan saat ini juga ya.

Semoga ditahun yang baru ini, kita bisa menabung dan berinvestasi lebih baik lagi.