Dividen PTBA 2025, Potensi Yield Hingga 13%
Dividen saham PTBA begitu saya nantikan karena merupakan salah satu sumber penghasilan pasif dari dividen yang cukup besar
Bagi rekan-rekan yang sudah lama baca blog ini, pasti sudah tahu kalau saham PTBA masih menjadi top holding pada portofolio saya, sehingga dividen PTBA 2025 begitu saya nantikan karena merupakan salah satu sumber penghasilan pasif dari dividen.
Kinerja PTBA untuk tahun buku 2024 dalam EPS adalah 443. PTBA berhasil menutup tahun 2024 dengan kinerja Q4 yang cukup baik, meskipun secara YoY turun.

Melihat laporan kinerja yang sudah lengkap sebetulnya kita sudah bisa memperkirakan dividen saham PTBA yang akan dibagikan nanti.
Potensi Dividen PTBA di 2025
Lalu berapa dividen PTBA 2025 untuk tahun buku 2024? Saya mempunyai tiga skenario yang akan memberikan kita gambaran seberapa menarik dividend yield PTBA saat ini.
Rumusnya:
Payout Ratio % x EPS 2024 = Dividen per lembar / harga saham PTBA 2 April 2025 = Dividend Yield %
- 35% x 443 = Rp155 / 2520 = 6%
- 50% x 443 = Rp221 / 2520 = 8,7%
- 75% x 443 = Rp332 / 2520 = 13%
Perhitungan diatas merupakan proyeksi jika PTBA membagikan sekian persen dari EPS dibagi dengan harga PTBA pada 2 April 2025 berikut potensi dividend yield-nya.
Jadi pada skenario terburuk, yield yang akan kita dapatkan adalah 6% jika melakukan pembelian hari ini.
Bagi yang sudah punya saham PTBA, tinggal dibagi saja dengan harga rata-rata di portofolio, yieldnya bisa lebih besar atau kecil.
Prospek Saham PTBA di 2025
EPS 2024 PTBA yang sebesar 443 ini, bagi saya masih cukup baik ditengah penurunan harga komoditas batubara.
Kalau kita lihat grafik harga batubara dunia, pada Q4 (Oktober-Desember 2024) meski terjadi penurunan namun harga batubara masih ada di rentang $125-$150. Mungkin ini yang membuat PTBA di Q4 masih mencetak kinerja cemerlang.

Justru yang membuat saya khawatir adalah kinerja di 2025 ini, tidak hanya bagi PTBA namun semua saham batubara.
Mulai awal tahun 2025, harga batubara sudah berada dibawah $110. Itu artinya pada Q1 2025, saya yakin hampir semua kinerja saham batubara akan anjlok. Begitu juga dengan kuartal-kuartal selanjutnya.
Selama harga batubara di rentang $110 bahkan lebih rendah, kinerja saham batubara di 2025 akan tertekan. Saya melihat pesta coal sudah selesai dan menunggu siklus selanjutnya.
Jadi yang perlu kita persiapkan sekarang adalah, sejauh mana kita sanggup menahan penurunan harga saham batubara? Apakah ini waktu yang tepat untuk koleksi saham batubara? atau justru ini akhir dari si emas hitam?