Apa Itu Stock Split Saham?

Apa Itu Stock Split? Secara singkat, Stock Split adalah sebuah aksi korporasi dengan memecah harga saham berdasarkan rasio tertentu.

Alasan perusahaan memutuskan stock split biasanya adalah untuk meningkatkan likuiditas sahamnya di pasar.

Dengan stock split, harga saham menjadi lebih terjangkau dan para investor diharapkan tertarik untuk mulai mengoleksi sebuah saham.

Bagi yang masih belum paham dan ingin belajar saham, silahkan baca tulisan sebelumnya yang membahas mengenai apa itu saham.

Untuk melihat portofolio saham saya secara lengkap, silahkan kunjungin halaman Trakteer saya.

Apa Itu Stock Split?

Stock Split terjadi ketika perusahaan memutuskan untuk memecah (split) sebuah lembar saham menjadi beberapa lembar saham.

Bayangkan saja sebuah bakteri yang membelah diri dari satu menjadi dua, nah Stock Split kira-kira seperti itu.

Perlu di ingat bahwa stock split tidak merubah total nilai saham yang investor miliki sebelumnya. Meski lembar saham kita menjadi lebih banyak, jika dijumlahkan totalnya tetap sama ketika sebelum Stock Split.

Stock Split Saham BBCA

Sebagai contoh, misalnya BBCA telah melakukan stock split dengan ketentuan 1:5. Artinya, setiap satu lembar saham yang kita miliki, akan menjadi lima lembar saham setelah Stock Split. Namun harga sahamnya juga dibagi lima, menjadi lebih rendah.

Jika kita memiliki saham BBCA 1 lembar dengan harga Rp36.000. Setelah Stock Split, maka nantinya kita akan memiliki 5 lembar saham BBCA dengan masing-masing harga Rp7200.

Penurunan harga saham dari aksi Stock Split umumnya dinilai positif.

Perhatikan tabel berikut:

Saham BBCAHargaLembar
Saham
Total
Sebelum Stock Split36.0001Rp36.000
Setelah Stock Split7.2005Rp36.000
Contoh Stock Split Saham BBCA

Apa Itu Reverse Stock Split?

Selain Stock Split, ada istilah lain yang dikenal dengan Reverse Stock Split. Sesuai namanya, ini adalah kebalikan dari Stock Split.

Jika Stock Split memecah sebuah saham menjadi beberapa saham. Reverse Stock Split membuat saham beredar menjadi lebih sedikit sesuai rasio tertentu.

Sebagai contoh, misalnya ABCD akan melakukan Reverse Stock Split dengan rasio 4:1. Artinya, setiap 4 lembar saham yang kita miliki, akan menjadi 1 lembar saham setelah Reverse Stock Split. Namun harga sahamnya juga dikali lima, menjadi lebih tinggi.

Kenaikan harga saham dari aksi Reverse Stock Split umumnya dinilai negatif.

Saham ABCDHargaLembar
Saham
Total
Sebelum Reverse Stock Split1.0004Rp4.000
Setelah Reverse Stock Split4.0001Rp4000
Contoh Reverse Stock Split Saham

Kesimpulan

Stock Split menjadi sebuah langkah perusahaan untuk membuat sahamnya di pasar menjadi lebih likuid.

Namun menurut saya, Stock Split ini membuat sebuah saham jadi kurang eksklusif lagi, biasanya kalau mau beli BBCA harus nabung dulu.

Tapi sekarang ini, saya jadi mampu beli saham BBCA dengan harga Rp7.200-an. 😀

Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan sampaikan di halaman kontak ya.

By Abdullah Adnan

Seorang pemula di bursa saham. Blog ini adalah jurnal investasi, perjalanan penulis mencapai tujuan keuangan di masa depan.